Wanita yang baik untuk lelaki yang baik

Gambar

Walau ada rasa dejavu ga penting saat menulis posting ini, tetap akan saya tuliskan. Sekalian melancarkan urat menulis yang lama tak terpakai.

“Wanita yang baik untuk lelaki yang baik”

Banyak orang menganggap pernyataan itu suci, dan pasti benar.

Menurut saya memang benar. Dalam kasus apapun, kalimat itu tetap saja benar. *tumben*

Misal:

Wanita yang merasa baik ternyata dapat Suami Brengsek

Seorang wanita solehah, membungkus tubuhnya dengan rapat, rajin melaksanakan ritus keagamaan, rajin berderma, meyakini sepenuh hati bahwa semua yang tidak seiman adalah ahli neraka, plus menganggap rendah wanita lain yang tidak serapat dirinya, ternyata mendapatkan seorang lelaki yang pemabuk, penjudi, penzinah, perokok sembarangan dan suka memukul istri.

Jika si wanita adalah wanita yang benar-benar baik, maka dia akan memilih pilihan yang baik. Mulai dari berusaha menyadarkan sang lelaki laknat, dan kalau ternyata tidak bisa berubah, ya memutuskan untuk meninggalkannya. Kalau memutuskan bertahan dalam siksa, berarti label sebagai “wanita yang baik” sudah tidak pantas dia sandang. Karena dia sudah berbuat tidak baik pada dirinya sendiri.

Lelaki yang baik ternyata dapat Wanita Brengsek

Ya sama saja seperti diatas. Gelar lelaki yang baik itu bisa dicabut kalau dia berhenti berbuat baik pada dirinya sendiri.

+++

Menurut saya, kalimat suci itu hanya menyatakan kebenaran. Seorang baik yang menjebak diri dalam sebuah ikatan dengan seorang brengsek, pasti akan tersiksa. Salah satu harus mengalah dan menyesuaikan frekuensi agar keluarga jadi harmonis. Kalau tidak, ya itu sama saja menjebak diri dalam neraka, sama saja berbuat tidak baik pada diri sendiri, menjadi tidak baik, dan karenanya jadi tidak pantas mendapatkan pasangan yang baik.

5 responses

  1. Hmm… agakngeri bahasanya mba, hehe :D
    saya kurang setuju dengan pendapat mba yang bagaimana ketika mereka (laki-laki/perempuan) menyandang “Baki” akan dicabut ketika mereka mendapat pasangan yang kurang baik (Sesungguhnya setiapmanusia itu suci dan baik :D ) hanya saja tertutup hatinya oleh syetan.
    Jika semua orang (laki-laki/perempuan) mendapatkan pasangan dengan “Baik -> Baik” maka tetulah dunia ini akan terasa hampa tanpa warna. Seolah-olah didunia ini hanya mereka yang bahagia dan nantinya tidak ada sebuah pelajaran untuk yang lainnya.
    sama saja antara “Baik” dan “Jahat” bagimana jika jahat tidak ada :?: antara “Benar” dan “Salah” bagaimana jika hanya ada kebenaran (ataupun sebaliknya) :?: itulah dan begitulah Allah menciptakan Dunia ini.

    #Hehe… :) maaf mba saya berpendapat beda.. :)

  2. Terima kasih mas, pendapat yang berbeda terkadang mampu membuat kita menjadi lebih baik…dengan catatan kita harus mampu menerima pendapat orang lain dengan lapang dada,

    1. idealnya memang gitu: laki2 yang baik mendapatkan perempuan yang baik. ideal!!! tapi kemudian, menurut aku, jangan jadi vonis bahwa ketika perempuan yang baik mendapatkan laki-laki yang tidak baik sama dengan perempuan itu juga tidak baik. terlalu hitam putih.
      dalam sejarah kita dapat berkaca bahwa fir’aun yang durhaka kepada allah ternyata mendapatkan Masyitoh yang shalihah. atau nabi luth yang mempunyai istri yang durhaka kepada dirinya dan Allah… tidak lantas menjadikan bahwa luth adalah nabi atau orang yang durhaka.
      kalau menyerahkan kepada Allah… apa yang terjadi dan dialami adalah yang terbaik bagi dirinya. meskipun terkadang agak susah juga untuk menerimanya. misalnya perempuan yang shaleh kok mendapatkan suami yang brengsek atau sebaliknya. tapi Allah yang menentukan takdir-Nya.

      maaf saya berbeda pandangan…

      1. iya kakak…justru dg adanya perbedaan kita bisa memaksimalkan pengetahuan dan tindakan kita untuk menjadi lebih baik :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 802 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: