Belum Mantap untuk “berhijab”

Wanita memang mempunyai banyak kelebihan dalam setiap sisi kehidupannya yang tidak dimiliki oleh lawan jenisnya. Wanita itu adalah ‘berlian’ yang sangat mahal harganya. Karena itu, Islam sangat menganjurkan para wanita untuk menjaga kesucian dirinya.

Tetapi dewasa ini banyak kaum wanita yang salah kaprah dalam mengaplikasikan rasa syukur atas kecantikan yang Alloh  berikan kepadanya. Mereka memamerkan kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya kepada orang lain. Banyak kita saksikan di jalanan ataupun di tempat keramaian lainnya, mereka dengan bangga memakai pakaian yang sangat ketat dan mini.  Tidak ada rasa malu ataupun bersalah atas apa yang mereka perbuat.

Pantas saja jika saat ini kita lihat frekuensi tingkat kriminalitas berupa pemerkosaan dan pelecehan setiap hari meningkat. Ini disebabkan oleh kurang perhatiannya kaum wanita dalam menjaga kehormatannya. Walaupun tidak 100%  ini merupakan kesalahan kaum wanita saja, akan tetapi fakta menunjukkan rata-rata kejahatan seksual yang dilakukan  laki-laki disebabkan melihat lawan jenisnya berbusana yang membuat gejolak syahwat meninggi.

Karena itu, Islam sangat menganjurkan setiap wanita untuk menjaga auratnya. Dengan berbusana yang baik dan menutup seluruh tubuhnya, maka hal-hal tersebut diatas bisa dihindari. Lantas bagaimanakah jika ada yang mengatakan ‘kita belum mantap dalam berhijab’?

Jawabnya adalah hendaknya kita bisa membedakan antara perintah Alloh  dan perintah manusia. Perintah yang datang dari manusia maka bisa saja salah ataupun benar. Imam Malik berkata, “Setiap orang bisa diterima ucapannya dan juga bisa ditolak, kecuali (perkataan) orang yang ada di dalam kuburan ini.” Yang dimaksudkan adalah Rasulullah saw .

Selagi masih perkataan manusia, maka seseorang tidak bisa dipaksa untuk menerima. Karenanya, dalam hal ini, setiap orang bisa berucap, “Belum mantap”, dan ia tidak bisa dihukum karenanya.

Adapun jika perintah itu datang  dari Alloh SWT baik yang tertulis langsung dalam kitab-Nya ataupun melalui  NabiNya agar disampaikan kepa-da umatya, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk mengatakan, “Saya belum mantap”.

Bila ia masih berkata ‘saya belum mantap’ dengan penuh keyakinan, padahal ia mengetahui bahwa itu adalah perintah Alloh , maka hal tersebut bisa menyeretnya pada ancaman dosa besar.  Hal ini disebabkan ia tidak percaya dan ragu kebenaran perintah tersebut.

Alloh  berfirman:

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al Ahzab: 36).

Ketika seorang hamba mengaku beriman kepada Alloh, perecaya bahwa Alloh Maha Bijaksana dan paling mengetahui dalam penetapan hukum daripada dirinya,  maka jika telah datang perintah dari Alloh, tidak ada pilihan lain baginya kecuali patuh kepada-Nya. Sebagai seorang mukmin atau mukminah, mereka wajib mengatakan sebagaimana yang dikatakan orang-orang beriman, “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS. Al Baqarah: 285)

Alloh memerintahkan kita dengan suatu perintah didasarkan kepada untuk kebaikan kita, dan salah satu sebab bagi tercapainya kebahagiaan kita. Demikian pula halnya dengan ketika memerintah wanita berhijab, Dia Maha Mengetahui bahwa itu adalah salah satu sebab tercapainya kebahagiaan, kemuliaan dan keagungan wanita.

Alloh  Maha Mengetahui, ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, mengetahui sejak sebelum manusia diciptakan, juga mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan tanpa batas, mengetahui apa yang tidak akan terjadi dari berbagai peristiwa, juga Dia mengetahui andaikata peristiwa tersebut terjadi, apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Dengan keyakinan seperti ini, apakah patut dan masuk akal kita menolak perintah Alloh Yang Maha luas ilmu-Nya, lalu  menerima perkataan manusia yang memiliki banyak kekurangan, dan ilmunya sangat terbatas? Sungguh ini merupakan hal yang perlu direnugkan lebih dalam untuk selanjutnya diaplikasikan dalam kehidupan kita.

Kita berdoa kepada Allah  agar senantiasa diberikan hidayah oleh-Nya, senantiasa dibimbing dalam mengarungi hidup di dunia ini dan diberi kebaikan atas semua amal-amal kita. Amin.

Gambar

Inspirated by Islamisasi Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: