dsc01151

Berjilbablah sesuai syareat niscaya engkau akan mampu membenahi akhlaq.

 

Jika engkau berjilbab dan ada yang mempermasalahkan akhlaqmu, katakan pada mereka bahwa “Antara jilbab dan akhlaq adalah 2 hal yang berbeda”. Berjilbab adalah murni perintah Allah, wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaqnya baik atau buruk, sedangkan akhlaq adalah budi pekerti yang tergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran, itu bukan karna jilbabnya namun karna akhlaqnya. “Yang berjilbab belum tentu berakhlaq mulia, namun yang berakhlaq mulia pasti berjilbab”

 

Permasalahan diatas sering sekali terjadi dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar saudara muslim kita. Terbiasa meng-kambing hitamkan jilbab seolah jika sudah berjilbab seseorang berarti telah ada pada tingkatan qudwah. MasyaAllah bersyukur sekali jika benar adanya. Namun jangan lalu menghakimi dia adalah ahlunnaar ketika dia seketika salah dalam bersikap.

 

Allah meWAJIBkan setiap muslimah untuk berjilbab tidak harus menunggu ia telah siap lahir batin ataupun menunggu akhlaknya sebening air prigen.  Namun menutup aurat dengan jilbab  yang menjulur kedada dan terbuat dari bahan yang tidak tembus pandang adalah kewajiban bagi setiap muslimah yang telah baligh.

 

(artinya) ”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al Ahzab (33): 59]

(artinya) ” Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki- laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS.AnNur(24) : 31]
 

Sabda Rasulullah shallallahu ’alahi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ’Aisyah, (artinya) : ”Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila telah dewasa/sampai umur, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini.” Rasulullah Shallahllahu ’alaihi wassalam berkata sambil menunjukkan muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan tangannya sendiri. 

 

Jilbab dan akhlak itu dua hal yang berbeda. Jika untuk berjilbab harus menunggu akhlak yang baik maka ada satu perkara wajib yang kita tinggalkan yakni kewajiban menutup aurat dan itu merupakan dosa. Sementara untuk akhlak, Allah memberi ganjaran bagi yang memiliki akhlak baik dengan tingginya derajat di mata Allah. Menutup aurat itu “Keharusan” sementara akhlak adalah “hadiah”. Jadi mulai tanamkan pada diri kita bahwasahnya jika sudah mulai taat pada Allah maka akhlak yang buruk akan beranjak malu mengikuti kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s